![]() |
Bukan
hal baru jika saya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan gigi
saya. Bertahun-tahun saya hidup dengan gigi yang berlubang, gusi yang berdarah
setiap kali saya menyikat gigi, hingga daging yang tumbuh di sekitar gigi
geraham saya. Bahkan, di langit-langit mulut saya, terdapat lingkaran hitam
kasar yang kerap kali mengganggu, tetapi saya memilih untuk tetap
bungkam—menyembunyikan derita di balik rasa takut yang mengunci. Namun, semakin
lama saya bertahan, semakin jelas bahwa waktu tak bersahabat dengan
ketidakpedulian saya.
Ketika akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Satu Dental, saya tidak datang dengan keberanian yang penuh. Bahkan, di hari itu, kegelisahan saya begitu nyata hingga saya tanpa sadar memakai kaos kaki yang berbeda sebelah. Saya tersenyum getir ketika menyadarinya—sebuah pengingat sederhana betapa takutnya saya saat itu. Namun, langkah sudah diambil, dan saya tahu, tak ada jalan untuk kembali.
Saat tiba di Satu Dental, sambutan yang hangat dari staf serta keramahan dokter gigi membuat rasa takut itu perlahan mencair. Mereka tidak terburu-buru. Dengan kesabaran menjelaskan setiap detil dengan lembut, seakan menyentuh hati saya yang penuh kecemasan. Hari itu, saya menjalani deep scaling dan whitening—Deep scaling adalah prosedur pembersihan gigi secara mendalam, yang bertujuan untuk menghilangkan plak dan karang gigi yang telah menumpuk di bawah garis gusi. Whitening, di sisi lain, adalah prosedur untuk memutihkan gigi yang sudah mulai menguning akibat penumpukan noda. Keduanya adalah prosedur yang relatif umum, tetapi bagi saya, ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya menjalani perawatan gigi yang begitu intensif.
Setelah pemeriksaan pertama, satu hal menjadi jelas: perjalanan saya belum selesai. Dokter menemukan bahwa saya harus mencabut empat gigi—tiga di antaranya adalah gigi geraham yang sudah rusak parah, dan satu lagi adalah gigi bungsu yang ternyata menjadi penyebab lingkaran hitam kasar di langit-langit mulut saya. Tak hanya itu, satu gigi geraham lainnya juga harus menjalani perawatan saraf karena daging yang tumbuh di sekitarnya.
![]() |
Mendengar kabar ini, saya diliputi rasa khawatir. Bukan hanya soal prosedurnya, tetapi lebih kepada perjalanan panjang yang harus saya lalui. Setiap kunjungan terasa seperti menaklukkan bukit kecil dalam perjalanan panjang yang masih menunggu di depan. Namun, setiap kali saya kembali ke Satu Dental, saya menemukan keberanian yang lebih besar dari kunjungan sebelumnya, berkat para dokter yang dengan telaten memandu saya melewati setiap langkah.
Kunjungan terakhir saya ke Satu Dental menjadi momen yang sangat emosional. Keputusan untuk melanjutkan perawatan ini memerlukan waktu yang lama dan keberanian yang besar. Saya duduk di kursi itu, merasakan campuran antara ketenangan dan kelegaan. Meskipun setiap langkah dalam perawatan ini bukanlah hal yang mudah, saya terus mendorong diri sendiri untuk tetap melangkah maju.
Last treatment, came here it's not an easy decision for me, it took a long time and a lot of courage. During this time, I struggled so much. But thanks to myself, thank you for facing my own fear and staying strong
-Stephanie Ng
Kini,
setelah semua selesai, saya tidak lagi melihat dokter gigi sebagai sesuatu yang
harus ditakuti. Satu Dental tidak hanya memperbaiki kesehatan gigi saya, tetapi
juga membukakan mata saya bahwa ketakutan bisa dihadapi, dan dengan dukungan
yang tepat, ketakutan itu bisa perlahan hilang. Saya berencana untuk melakukan
kunjungan rutin setiap enam bulan sekali, sesuatu yang dulu saya anggap
mustahil.
Namun, di balik kelegaan itu, saya tahu bahwa perjalanan ini belum sepenuhnya selesai. Masih ada perawatan lanjutan yang menanti. Tapi kini, dengan pengalaman yang telah menguatkan saya, saya tak lagi memandang perawatan sebagai beban berat. Sebaliknya, saya justru merasa siap menghadapi perjalanan berikutnya bersama Satu Dental, penuh percaya diri dan keberanian yang tak lagi pudar.
Seiring
dengan pengalaman saya, saya menyadari betapa pentingnya menjadikan kunjungan
ke dokter gigi sebagai rutinitas, bukan hanya ketika ada masalah. Banyak dari
kita yang sering kali mengabaikan pentingnya pemeriksaan gigi rutin. Mungkin
karena merasa belum ada keluhan, atau takut dengan prosedur yang dianggap
menakutkan. Saya pun pernah berada di posisi itu, menunda kunjungan ke dokter
gigi hingga akhirnya masalah yang kecil berubah menjadi besar.
Saya
kini berkomitmen untuk rutin mengunjungi dokter gigi sebagai bagian dari
kebiasaan menjaga kesehatan. Karena saya tahu, menjaga kesehatan gigi bukan
hanya soal mencegah rasa sakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup, senyum, dan
kesejahteraan secara keseluruhan.
Melakukan
kunjungan rutin sejak dini memungkinkan kita untuk mendeteksi masalah kecil
sebelum berubah menjadi besar. Selain itu, dokter gigi juga bisa memberikan
saran perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi kita
sehari-hari.
Berangkat
dari pengalaman ini, saya ingin berbagi satu pesan penting: pergilah ke
dokter gigi sejak dini, jangan tunggu hingga terlambat. Mulailah merawat
gigi sejak dini, kunjungi dokter gigi secara rutin, dan jangan biarkan
ketakutan menghentikan langkahmu. Gigi yang sehat akan membantumu menjalani
hidup dengan lebih percaya diri, dan senyum yang indah adalah aset yang tak
ternilai harganya.
Kini, setelah melalui perjalanan yang panjang bersama Satu Dental, saya siap untuk menyongsong perjalanan berikutnya dengan lebih tenang dan percaya diri. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, dan tidak ada alasan untuk menunda perawatan. Mari kita jaga senyum kita sejak dini, dengan langkah kecil namun pasti—mulai dengan kunjungan ke dokter gigi.
Picture by Stephanie Ng
.png)
%20(1).png)
Komentar
Posting Komentar