Langsung ke konten utama

Satu Dental: Teman di Balik Senyum Baru

Source: Personal Documentation

Menemukan keberanian untuk pergi ke dokter gigi adalah tantangan tersendiri, apalagi bagi seseorang seperti saya yang sempat merasa takut. Namun, akhir tahun 2023, dibawah langit Jakarta, saya akhirnya memberanikan diri untuk melangkahkan kaki ke klinik gigi. Keputusan itu terasa besar, tapi saya tahu ini langkah yang harus diambil demi kesehatan gigi yang lebih baik. Di situlah pengalaman saya bersama Satu Dental dimulai, dan sejujurnya, saya tidak pernah menyangka bahwa kunjungan ke dokter gigi bisa terasa berbeda.

Awal dari Rasa Takut
Saya selalu menganggap dokter gigi sebagai sesuatu yang harus dihindari. Ketakutan adalah perasaan yang begitu manusiawi, namun sering kali, ia membelenggu kita dalam kebekuan, menghalangi langkah-langkah yang seharusnya kita ambil untuk kebaikan diri sendiri. Selama bertahun-tahun, saya dikepung oleh rasa takut yang tak terjelaskan—takut pada kursi dokter gigi, pada alat-alat yang terdengar mengancam, dan mungkin, pada kenyataan bahwa saya telah membiarkan waktu berlalu tanpa memedulikan kesehatan gigi saya.

Menunda Sakit, Mengulur Derita

Bukan hal baru jika saya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan gigi saya. Bertahun-tahun saya hidup dengan gigi yang berlubang, gusi yang berdarah setiap kali saya menyikat gigi, hingga daging yang tumbuh di sekitar gigi geraham saya. Bahkan, di langit-langit mulut saya, terdapat lingkaran hitam kasar yang kerap kali mengganggu, tetapi saya memilih untuk tetap bungkam—menyembunyikan derita di balik rasa takut yang mengunci. Namun, semakin lama saya bertahan, semakin jelas bahwa waktu tak bersahabat dengan ketidakpedulian saya.

Langkah Berani yang Penuh Kekhawatiran

Ketika akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Satu Dental, saya tidak datang dengan keberanian yang penuh. Bahkan, di hari itu, kegelisahan saya begitu nyata hingga saya tanpa sadar memakai kaos kaki yang berbeda sebelah. Saya tersenyum getir ketika menyadarinya—sebuah pengingat sederhana betapa takutnya saya saat itu. Namun, langkah sudah diambil, dan saya tahu, tak ada jalan untuk kembali.

Saat tiba di Satu Dental, sambutan yang hangat dari staf serta keramahan dokter gigi membuat rasa takut itu perlahan mencair. Mereka tidak terburu-buru. Dengan kesabaran menjelaskan setiap detil dengan lembut, seakan menyentuh hati saya yang penuh kecemasan. Hari itu, saya menjalani deep scaling dan whitening—Deep scaling adalah prosedur pembersihan gigi secara mendalam, yang bertujuan untuk menghilangkan plak dan karang gigi yang telah menumpuk di bawah garis gusi. Whitening, di sisi lain, adalah prosedur untuk memutihkan gigi yang sudah mulai menguning akibat penumpukan noda. Keduanya adalah prosedur yang relatif umum, tetapi bagi saya, ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya menjalani perawatan gigi yang begitu intensif.

Rentetan Perawatan: Ujian Mental dan Fisik

Setelah pemeriksaan pertama, satu hal menjadi jelas: perjalanan saya belum selesai. Dokter menemukan bahwa saya harus mencabut empat gigi—tiga di antaranya adalah gigi geraham yang sudah rusak parah, dan satu lagi adalah gigi bungsu yang ternyata menjadi penyebab lingkaran hitam kasar di langit-langit mulut saya. Tak hanya itu, satu gigi geraham lainnya juga harus menjalani perawatan saraf karena daging yang tumbuh di sekitarnya.

Source: Personal Documentation

Mendengar kabar ini, saya diliputi rasa khawatir. Bukan hanya soal prosedurnya, tetapi lebih kepada perjalanan panjang yang harus saya lalui. Setiap kunjungan terasa seperti menaklukkan bukit kecil dalam perjalanan panjang yang masih menunggu di depan. Namun, setiap kali saya kembali ke Satu Dental, saya menemukan keberanian yang lebih besar dari kunjungan sebelumnya, berkat para dokter yang dengan telaten memandu saya melewati setiap langkah.          

Terima Kasih, Pencipta dan Diri Sendiri

Kunjungan terakhir saya ke Satu Dental menjadi momen yang sangat emosional. Keputusan untuk melanjutkan perawatan ini memerlukan waktu yang lama dan keberanian yang besar. Saya duduk di kursi itu, merasakan campuran antara ketenangan dan kelegaan.  Meskipun setiap langkah dalam perawatan ini bukanlah hal yang mudah, saya terus mendorong diri sendiri untuk tetap melangkah maju.

Last treatment, came here it's not an easy decision for me, it took a long time and a lot of courage. During this time, I struggled so much. But thanks to myself, thank you for facing my own fear and staying strong

-Stephanie Ng

Kini, setelah semua selesai, saya tidak lagi melihat dokter gigi sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Satu Dental tidak hanya memperbaiki kesehatan gigi saya, tetapi juga membukakan mata saya bahwa ketakutan bisa dihadapi, dan dengan dukungan yang tepat, ketakutan itu bisa perlahan hilang. Saya berencana untuk melakukan kunjungan rutin setiap enam bulan sekali, sesuatu yang dulu saya anggap mustahil.

Namun, di balik kelegaan itu, saya tahu bahwa perjalanan ini belum sepenuhnya selesai. Masih ada perawatan lanjutan yang menanti. Tapi kini, dengan pengalaman yang telah menguatkan saya, saya tak lagi memandang perawatan sebagai beban berat. Sebaliknya, saya justru merasa siap menghadapi perjalanan berikutnya bersama Satu Dental, penuh percaya diri dan keberanian yang tak lagi pudar.

Jadikan Kunjungan Rutin Sebagai Kebiasaan

Seiring dengan pengalaman saya, saya menyadari betapa pentingnya menjadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai rutinitas, bukan hanya ketika ada masalah. Banyak dari kita yang sering kali mengabaikan pentingnya pemeriksaan gigi rutin. Mungkin karena merasa belum ada keluhan, atau takut dengan prosedur yang dianggap menakutkan. Saya pun pernah berada di posisi itu, menunda kunjungan ke dokter gigi hingga akhirnya masalah yang kecil berubah menjadi besar.

Saya kini berkomitmen untuk rutin mengunjungi dokter gigi sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan. Karena saya tahu, menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal mencegah rasa sakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup, senyum, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Melakukan kunjungan rutin sejak dini memungkinkan kita untuk mendeteksi masalah kecil sebelum berubah menjadi besar. Selain itu, dokter gigi juga bisa memberikan saran perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi kita sehari-hari.

Mulailah Sejak Dini

Berangkat dari pengalaman ini, saya ingin berbagi satu pesan penting: pergilah ke dokter gigi sejak dini, jangan tunggu hingga terlambat. Mulailah merawat gigi sejak dini, kunjungi dokter gigi secara rutin, dan jangan biarkan ketakutan menghentikan langkahmu. Gigi yang sehat akan membantumu menjalani hidup dengan lebih percaya diri, dan senyum yang indah adalah aset yang tak ternilai harganya.

Kini, setelah melalui perjalanan yang panjang bersama Satu Dental, saya siap untuk menyongsong perjalanan berikutnya dengan lebih tenang dan percaya diri. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, dan tidak ada alasan untuk menunda perawatan. Mari kita jaga senyum kita sejak dini, dengan langkah kecil namun pasti—mulai dengan kunjungan ke dokter gigi.



Author by Stephanie Ng
Picture by Stephanie Ng

Komentar